31 Juli 2012

Perkembangan Pendidikan Pada Zaman Purba


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
            Pendidikan adalah usaha manusia untuk kepentingan manusia. Jadi pada saat manusia itu ada dan masih ada, pendidikan itu telah dan masih ada pula. Pada kenyataannya dapat kita telaah bahwa praktek pendidikan dari zaman ke zaman
mempunyai garis persamaan. Garis persamaan atau benang merah pendidikan itu ialah :
1.    Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan yang tidak dapat dipisahkan.
2.    Pendidikan merupakan kegiatan yang bersifar universal.
3.    Praktek pelaksanaan pendidikan memiliki segi-segi yang umum sekaligus memiliki keunikan (ke-khasan) berkaitan dengan pandangan hidup masing-masing bangsa.

B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulis adalah untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Sejarah Pendidikan, selain itu juga ada beberapa tujuan diantaranya :
  • Mengetahui lebih jauh tentang Sejarah Pendidikan pada Zaman Purba
  • Untuk menambah wawasan dan pengalaman kami sebagai mahasiswa/ i.

C. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang kami lakukan terdiri dari :
·         Bab I. Pendahuluan meliputi Latar Belakang Masalah, Tujuan Penulis, dan Sistematika penulisan.
  • Bab II. Zaman Logam
  • Bab III. Penutup terdiri dari Kesimpulan dan Saran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Zaman Batu
            Zaman batu menunjuk pada suatu periode di mana alat-alat kehidupan manusia umumnya/dominan terbuat dari batu, walaupun ada juga alat-alat tertentu yang terbuat dari kayu dan tulang. Dari alat-alat peninggalan zaman batu tersebut, melalui Metode Tipologi (cara menentukan umur berdasarkan bentuk atau tipe benda peninggalan), maka zaman batu dibedakan lagi menjadi 3 periode/masa, yaitu:

1.  Batu Tua/ Palaeolithikum
            Merupakan suatu masa di mana alat-alat hidup terbuat dari batu kasar dan belum diasah/diupam, sehingga bentuknya masih sederhana.
Contohnya: kapak genggam.

2. Batu Tengah Madya/ Mesolithikum
            Merupakan masa peralihan di mana cara pembuatan alat-alat kehidupannya lebih baik dan lebih halus dari zaman batu tua. Contohnya: Pebble/Kapak Sumatera.

3. Batu Muda/Neolithikum
Merupakan suatu masa di mana alat-alat kehidupan manusia dibuat dari batu yang sudah dihaluskan, serta bentuknya lebih sempurna dari zaman sebelumnya.
Contohnya: kapak persegi dan kapak lonjong.






B. Zaman Logam

            Perlu ditegaskan bahwa dengan dimulainya zaman logam bukan berarti berakhirnya zaman batu, karena pada zaman logampun alat-alat dari batu terus berkembang bahkan sampai sekarang.

            Sesungguhnya nama zaman logam hanyalah untuk menyatakan bahwa pada zaman tersebut alat-alat dari logam telah dikenal dan dipergunakan secara dominan. Zaman logam disebut juga dengan zaman perundagian.
            Perkembangan zaman logam di Indonesia berbeda dengan di Eropa, karena zaman logam di Eropa mengalami 3 fase/bagian, yaitu zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi.
            Di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya tidak mengalami zaman tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu dan besi secara bersamaan. Dan hasil temuan yang lebih dominan adalah alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam disebut juga dengan zaman perunggu.








BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
            Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Sejak zaman purba ada proses belajar mempertahankan hidup dan menjalankan kepercayaan animisme dan dinamisme yang meniru tetua sebelumnya: bagaimana cara berburu, bagaimana cara memuja roh, ada masa ini belum terdapat perbedaan kelas sosial.
B. SARAN
            Bagi para pembaca dan rekan-rekan yang lainnya, jika ingin menambah wawasan dan ingin mengetahui lebih jauh, maka penulis mengharapkan dengan rendah hati agar lebih membaca buku-buku ilmiah dan buku-buku ''SEJARAH'' lainnya yang berkaitan dengan judul diatas.
            Kritik dan saran yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan Makalah kami. Jadikanlah makalah ini sebagai sarana yang dapat mendorong para mahasiswa/i berfikir aktif dan kreatif.








DAFTAR PUSTAKA
WWW. Ruangsisahidupku.com.
From Rene’ Descartes. “ Meditations, “ in Descartes Philosophical Writing, translade by Kemp Smith, The Modern Library, New York, 1958

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar